Kamis, 08 Desember 2011

PEMBENTUKAN BAHAN PAKAN MENJADI RANSUM BERBENTUK PELET


PEMBENTUKAN BAHAN PAKAN MENJADI RANSUM BERBENTUK PELET
(laporan praktikum ilmu nutrisi ternak unggas)






Oleh :
I. MADE ADI JAYA
0614061038







LABORATORIUM PRODUKSI TERNAK
JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2009
BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Sekarang ini sulit untuk mencari ransum yang efisien dengan kandungan gizi yang cukup dan harga yang relatif murah. Disini kita akan membuat susunan ransum yang mungkin bisa menjadi ransum yang baik bagi peternak.

Dalam pembuatan ransum dapat menggunakan 2 metode dalam menentukan Energi Metabolis (EM) dan Protein, yaitu : menggunakan metode Bujur Sangkar dan metode Acak. Disini kita menggunakan metode acak karena akan lebih akurat dalam menentukan kebutuhan suatu ternak.

1.2 Tujuan Praktikum

Tujuan praktikum ini ialah:
  1. Mahasiswa mampu menganalisis bahan pakan yang dapat berguna bagi ternak
  2. Mahasiswa mampu menciptakan ransum yang efisien baik harga maupun kebutuhan ternak
  3. Mahasiswa mampu menghasilkan ransum yang berkualitas









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Bahan yang digunakan untuk pembuatan ransum ini adalah jagung kuning, dedak halus, tetes (molases), bungkil kelapa, konsentrat, premix, dan grit (tepung kerang).

1. Jagung Kuning

Jagung sebagai pakan ayam sudah sejak lama digunakan. Jagung mengandung protein agak rendah (sekitar 9,4%), tetapi kandungan energi metabolismenya tinggi. (3430 kkal/kg). Oleh karena itu jagung merupakan sumber energi yang baik. Kandungan serat kasarnya rendah (sekitar 2%), sehingga memungkinkan jagung dapat digunakan dalam tingkat yang lebih tinggi. Jagung kuning mengandung pigmen karoten yang disebut "xanthophyl". Pigmen ini memberi warna kuning telur yang bagus dan daging yang menarik, tidak pucat.

2. Dedak Halus

Dedak sebagai limbah penggilingan padi banyak terdapat di Indonesia karena Indonesia merupakan negara penghasil padi. Pada saat musim panen, dedak mudah diperoleh dan murah harganya. Dedak sebagai bahan pakan ternak luas penggunaannya, dapat digunakan sebagai bahan pakan berbagai jenis dan tipe ternak. Dedak halus dibedakan antara dedak halus pabrik dan dedak halus kampung. Dedak halus kampung mengandung lebih banyak serat kasar dibandingkan dedak halus pabrik, serta kandungan proteinnya hanya 10,1 %, sedangkan dedak halus pabrik mengandung protein 13,6%. Sedangkan kandungan lemaknya tinggi, sekitar 13%, demikian juga serat kasarnya kurang lebih 12%. Oleh karena itu penggunaan dedak halus dalam pakan ayam buras sebaiknya tidak melebihi 45%. Bila beras yang sudah putih digiling kembali, maka akan didapatkan limbah berupa bekatul dengan kandungan proteinnya 10,8%, ini dapat juga digunakan sebagai bahan pakan ayam buras.
3. Tetes (molasses)

Tetes atau molasses merupakan produk sisa (by product) pada proses pembuatan gula. Tetes diperoleh dari hasil pemisahan sirop low grade dimana gula dalam sirop tersebut tidak dapat dikristalkan lagi. Pada pemrosesan gula tetes yang dihasilkan sekitar 5 – 6 % tebu, sehingga untuk pabrik dengan kapasitas 6000 ton tebu per hari menghasilkan tetes sekitar 300 ton sampai 360 ton tetes per hari. Walaupun masih mengandung gula, tetes sangat tidak layak untuk dikonsumsi karena mengandung kotoran-kotoran bukan gula yang membahayakan kesehatan. Penggunaan tetes sebagian besar untuk industri fermentasi seperti alcohol, pabrik MSG, pabrik pakan ternak dll. Karena nilai ekonomisnya masih cukup tinggi pabrik gula biasanya menjual tetes ke industri lainnya.

Secara umum tetes yang keluar dari sentrifugal mempunyai brix 85 – 92 dengan zat kering 77 – 84 %. Sukrosa yang terdapat dalam tetes bervariasi antara 25 – 40 %, dan kadar gula reduksi nya 12 – 35 %. Untuk tebu yang belum masak biasanya kadar gula reduksi tetes lebih besar daripada tebu yang sudah masak. Komposisi yang penting dalam tetes adalah TSAI ( Total Sugar as Inverti ) yaitu gabungan dari sukrosa dan gula reduksi. Kadar TSAI dalam tetes berkisar antara 50 – 65 %. Angka TSAI ini sangat penting bagi industri fermentasi karena semakin besar TSAI akan semakin menguntungkan, sedangkan bagi pabrik gula kadar sukrosa menunjukkan banyaknya kehilangan gula dalam tetes. Semakin kecil kadar sukrosa maka penekanan kehilangan gula semakin optimum. Secara garis besar komposisi tetes ditunjukkan pada tabel 1.


4. Bungkil  Kelapa

Bungkil kelapa merupakan limbah dari pembuatan minyak kelapa dapat digunakan sebagai pakan lemak. Indonesia kaya akan pohon kelapa dan banyak mendirikan pabrik minyak goreng, sehingga bungkil kelapa banyak tersedia kandungan protein cukup tinggi sekitar 21,6% dan energi metabolis sekitar 1540 - 1745 Kkal/Kg. Tetapi bungkil kelapa ini miskin akan Cysine dan Histidin serta kandungan lemaknya tinggi sekitar 15%. Oleh karena itu penggunaan dalam menyusun ransum tidak melebihi 20%, sedang kekurangan Cysine dan Histidin dapat dipenuhi dari tepung itu atau Cysine buatan pabrik. Secara umum bungkil kelapa berwarna coklat, ada coklat tua ada coklat muda (coklat terang) sebaiknya dipilih bungkil kelapa yang berwarna coklat muda atau coklat terang inilah yang kita pilih. Bungkil Kelapa mudah dirusak oleh jamur dan mudah tengik, sehingga harus hati-hati dalam menyimpannya.

5. Konsentrat

Pengertian Pakan Konsentrat: Konsentrat merupakan makanan ternak penguat yang kaya karbohidrat dan protein seperti jagung, bekatul dan bungkil-bungkilan. Pakan konsentrat bisa dibeli dalam bentuk jadi maupun dapat dibeli dalam bentuk bahan makanan misalnya dedak, bekatul, jagung dll. Konsentrat digunakan terutama pada saat pertumbuhan, pada masa kebuntingan maupun saat menyusui bagi induknya. Konsentrat untuk ternak domba memiliki kandungan serat kurang dari 18% dan mudah dicerna. Para peternak memberikan pakan hijauan bersama dengan pakan konsentrat supaya semua zat-zat makan yang diperlukan untuk pertumbuhan produksi dan reproduksi dapat terpenuhi.

6. Premix
Premix merupakan campuran beberapa mineral dalam suatu bahan pembawa (carrier) yang digunakan sebagai bahan pakan untuk memenuhi kebutuhan mineral ternak. Premix adalah campuran bahan pakan yang diencerkan ( carrier), yang dalam pemakaiannya harus dicampurkan kedalam bahan pakan ternak. Premix juga merupakan kombinasi beberapa mikro-ingredient dengan bahan penyerta sehingga merupakan kombinasi yang siap dicampurkan dalam pakan ternak. Komposisi premix berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan relatif pada tiap jenis ternak. Premix disusun dengan mempertimbangkan faktor kebutuhan ternak dan faktor reaksi antar mineral saat dimetabolisme dalam tubuh ternak.
Premix mengandung mineral dan pemberian sejumlah mineral bersifat esensial untuk kesehatan, pertumbuhan, dan produksi ternak yang optimal (Phillips, 2008). Pemberian kurang dari jumlah mineral yang optimum dapat menyebabkan meningkatnya insiden penyakit dan masalah reproduksi, produksi yang rendah, dan laju pertumbuhan yang menurun pada sapi dara. Defisiensi mineral utama yang kecil mampu mempengaruhi fungsi kekebalan sapi dan kemampuan naturalnya untuk melawan infeksi, seperti pada penyakit mastitis dan penyakit lainnya. Penurunan kekebalan dijumpai sebelum penurunan produksi atau beberapa kelainan akibat defisiensi, seperti perubahan warna bulu dan lesi kulit.
Secara umum ada tiga jenis premix berdasarkan komposisinya. Ketiga premix tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Premix Vitamin-Mineral yaitu feed suplement yang mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral. Cara pemberiannya tergantung pada pabrik yang membuat.
2.      Premix Vitamin-Antibiotika yaitu feed suplement yang mengandung berbagai jenis vitamin dan antibiotik. Cara pemberiannya tergantung pada pabrik yang membuat.
3.      Premix Vitamin-Mineral-Antibiotik yaitu feed supplement yang mengandung berbagai jenis vitamin , mineral dan antibiotik. Cara pemberiannya tergantung pada pabrik yang membuat.
Premix mempunyai khasiat untuk mempertinggi mutu pakan, mempercepat pertumbuhan anak ayam dan mencegah penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin, mineral, asam amino essensial serta fertilitas dan produksi. Contoh produk premix yaitu: (1) Wonder Super Premix, premix ini mengandung vitamin, mineral, asam amino essensial yaitu feed suplement yang melalui makanan dapat diberikan terus menerus sesuai dengan dosis yang dianjurkan pada aturan pemakaiannya; (2) Wonder Super Premix mengandung 12 macam vitamin, mineral dan 2 macam asam amino essensial dalam kombinasi yang optimum untuk ayam dan dilengkapi dengan Canthaxanthin untuk memperbaiki warna kuning telur.
Berdasarkan sumbernya, mineral dibedakan menjadi 2.
1.      Mineral Organik
Mineral organik sering dikelompokkan sebagai chelat dan proteinat. Trace element tersebut berikatan dengan asam amino atau protein. Mineral organik diserap dalam usus dengan mekanisme yang beda yang mungkin meningkatkan bioavailabilitasnya dan membuatnya bermanfaat dalam situasi dimana mineral yang lain berkurang bioavailabilitas mineral utamanya. Sayadi dkk. (2005) menyatakan bahwa biovailabilitas mineral merupakan faktor penting.
2.      Mineral Anorganik
Mineral anorganik umumnya ada dalam bentuk trace mineral sulfat, fosfat, klorida, karbonat, atau oksida. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa sumber anorganik trace mineral lebih tersedia dibanding yang lain.
7.  Grit (tepung kerang)
Tepung kerang merupakan sumber Calcium, karena mengandung Calcium hamper 36%. Dengan berkembangnya mineral dan vitamin buatan pabrik, bahan pakan alami sudah banyak ditinggalkan. Tetapi apabila harganya murah dan kesediaannya terjamin, peternak dapat memanfaatkan tepung kerang ini sebagai sumber Calcium untuk ransom ayam burasnya.


BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan

Alat yang digunakan  dalam praktikum ini adalah :
  • Nampan
  • Gelas ukur
  • Mesin giling
  • Ceret
  • Mesin pencetak pellet

Sedangkan bahan yang digunakan adalah :
  • Jagung kuning
  • Dedak halus
  • Tetes (molasses)
  • Bungkil kelapa
  • Konsentrat
  • Premix
  • Grit (tepung kerang)
  • Sagu
  • Air

3.2 Cara Kerja

Ambil bahan pakan secukupnya yang akan digunakan, timbang menurut kebutuhan masing-masing kelompok
 



Campurkan dan aduk semua bahan pakan secara bertahap (sedikit-sedikit) sampai merata, tetes dicampur pada saat terakhir
 


Setelah merata, rebus air singga matang kemudian larutkan sagu hingga menjadi kental
 



Lalu campurkan dan aduk merata pada bahan pakan yang sudah dicampur hingga bahan pakan menjadi basah
 



Setelah itu masikkan kedalam mesin pelet


















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar