Minggu, 01 Januari 2012

SISTEM UROPOENTIKA


SISTEM UROPOENTIKA

I. MADE ADI JAYA
0614061038



BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Metabolisme pada tubuh manusia akan menghasilkan produk berupa zat-zat yang tidak diperlukan lagi. Salah satu bentuk zat yang dihasilkan sebagai produk metabolisme tersebut dalam bentuk cairan yakni urin. Zat tersebut bilatidak dikeluarkan dari tubuh akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia. Untuk itu diperlukan suatu sistem yang dapat mengeluarkan zat hasil metabolisme tersebut dari lingkungan internal tubuh.

Sistem uropoetika merupakan sistem yang berperan dalam pengaturan konsentrasi cairan yang berupa urin tersebut di dalam tubuh manusia. Sistem uropoetika tersusun atas ginjal, ureter, vesika urinaria, dan uretra yang dimana bagian-bagian ini berperan dalam homeostasis baik sebagai penghasil, penyaring, maupun saluran yang dilewati urin yang nantinya akan diekskresikan sebagai sisa metabolisme tubuh menuju luar tubuh.

Sebagai organ utama sistem uropoetika, ginjal berperan dalam homeostasis secara lebih ekstensif dibandingkan dengan organ-organ ekskresi lainnya. Ginjal mengatur komposisi elektrolit, volume dan pH lingkungan internal dan mengeliminasi hampir semua zat sisa metabolisme kecuali karbondioksida yang dilakukan oleh sistem respirasi. Ginjal melakukan fungsi pengaturan ini dengan mengeliminasi zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh melalui urin.









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


A.Sistem Uropoetika
Sistem uropoetika adalah sistem yang digunakan untuk mengontrol volume dan komposisi cairan dalam tubuh (Ganong, 2008) Sistem uropoetika adalah sistem yang mengatur cairan dalam tubuh manusia (Sherwood, 2001)

Pertumbuhan ginjal menempuh 3 tahap :
  1. Pronephros, ginjal primitif
  2. Mesonephros, ginjal transisi
  3. Metanephros, ginjal definitif

Pronephros berasal dari nephrotome segment-segment paling anterior. Setiap nephron  memiliki nephrostome untuk menerima zat ampas metabolisme dai coelom langsung dan tubulus yang menyalurkan buangan ke dorsolateral tubuh. Pronephros memiliki juga glomus, menjorok mendekati nephrocoel. Pronephros kemudian beratropi sampai hilang digantikan oleh mesonephros yang tumbuh di posteriornya.

Mesonephros pada mamalia bekerja sama dengan placenta sebagai alat pembuangan. Seetiap nephron memeliki glomerulus dan nephrostome. Glomerulus berada dalam kapsul Bowman.

Metanephros tumbuh setelah mesonephros beratropi dan berada di posterior mesonephros. Nephron tak mengandung nephrostome lagi, hanya glomerulus. Nephron-nephron pada metanephros tidak lagi seperti pada pro dan mesonephros. Ductus Wolffi yang tidak terpakailagi berubah fungsi sebagai ductus genitalis pada jantan: ductus epididimis dan vas deferens. Pada betina beratropi: sisanya pada waktu dijumpai dekat ovarium, disebut epoophoron dan paroophoron.(Wildan Yatim, 1994)
B.Komponen-komponen Sistem Uropoetika
Pada sistem uropoetika, beberapa organ-organ tubuh ikut berperan dalam pembentukan urine. Organ-organ tersebut antara lain adalah :
1. Ginjal
Ginjal merupakan suatu organ yang dibungkus oleh kapsula jaringan pengikat fibrosa tipis yang terletak pada bagian belakang cavum abdominalis dibelakang peritorium, berjumlah 2 buah yaitu ginjal kanan dan ginjal kiri. Ginjal memiliki dua bagian yaitu bagian korteks dan bagian medulla. Bagian korteks tampak lebih gelap daripada bagian medulla. Pada korteks terdapat pars radiata dan parskonvulata sedangkan medulla terdiri dari piramida-piramida renalis yang dipisahkan satu sama lain oleh columna renalis. Pada ginjal terdapat nefron-nefron yang merupakan bagian pengolah darah sebelum menjadi urine. Nefron terdiri atas segmen corpusculum malpighi -yang didalamnya ada bangunan glomerulus dan kapsulla bowman-, tubullus kontortus distal, tubullus kontortusproksimal, dan ansa henle. Semua bangunan itu terdapat di parskonvulata, kecuali ansa henle yang terdapat pada pars radiata korteksrenalis (Anonim, 2009)

2. Ureter
Merupakan saluran penghubung antara parenkhim ginjal dan vesicaurinaria. Terdapat dua ureter berupa dua pipa saluran yang masing-masing terdapat pada ginjal kanan dan ginjal kiri. Dindingnya terdiridari tiga lapisan, lapisan dalam berupa lapisan mukosa, lapisan tengahberupa lapisan muskular dan lapisan luar yang panjangnya kira-kira 35sampai 40 sentimeter. Ureter mulai berjalan ke bawah melalui ronggaabdomenmasuk kedalam pelvis dan dengan arah oblik bermuarakedalam sebuah posterior kandung kemih (Anonim, 2009).

3. Vesica urinaria
Vesica urinaria bekerja sebagai penampung urine. Organ iniberbentuk seperti buah pir, letaknya didalam rongga pelvis, didepansimfisis pubis. Pada bagian ini terdapat daerah segitiga yang dibentukantara dua lubang ureter dan uretra disebut trigonum vesica urinarius.Vesica urinaria berfungsi sebagai bangunan penampung urin sementara(Anonim, 2009).

4. Uretra
Adalah sebuah saluran yang berjalan dari leher kandung kencing kelubang luar. Uretra dilapisi oleh membran mukosa yang bersambungdengan membran yang melapisi vesica urinaria. Pada wanita, uretralebih pendek daripada pria. Panjang ureter pada wanita kira-kira 2,5sampai 3,5 sentimeter, dan pada pria sekitar 17 sampai 22,5 sentimeter (Anonim, 2009)

A. Mekanisme Pembentukan Urin

1.Penyaringan (filtrasi)
Filtrasi darah terjadi di glomerulus, dimana jaringan kapiler denganstruktur spesifik dibuat untuk menahan komponen selular dan medium-molekular-protein besar kedalam vascular system, menekan cairan yang identik dengan plasma di elektrolitnya dan komposisi air. Hasil penyaringan di glomerulus berupa filtrat glomerulus (urin primer) yang komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak mengandung protein (Guyton,2008).

2.Penyerapan ( absorsorbsi)
Tubulus proksimal merupakan organ yang bertanggung jawab terhadap reabsorbsi bagian terbesar dari filtered solute. Pada umumnya tubulus proksimal bertanggung jawab untuk mereabsorbsi ultra filtrate lebih luas dari tubulus yang lain. Paling tidak 60% kandungan yang tersaring di reabsorbsi sebelum cairan meninggalkan tubulus proksimal.(Frandson,2003).

3.Penyerapan Kembali ( Reabsorbsi 
Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. Olehkarena itu, 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif padatubulus kontortus proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa sertaurea pada tubulus kontortus distal. Substansi yang masih berguna seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Sisa sampah kelebihan garam, dan bahan lain pada filtrate dikeluarkan dalam urin(Sherwood,2001).



4.Augmentasi
Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal (Cuningham, 2002)

Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Urin
1. Intake air
2. Temperatur
3. Diet
4.Keadaan mental dan fisik
5.Aktivitas (Anonim, 2009)

Komponen Urin Normal
Urin normal antara lain mengandung :
1. Ureum
Merupakan senyawa hasil akhir metabolisme protein pada mamalia
2. Ammonia
Hanya terdapat sedikit pada urin, menyebabkan bau pada urin
3.Creatin dan Creatinin
Merupakan hasil pemecahan caratin.
4. Asam urat
Merupakan hasil akhir oksidasi urin di dalam tubuh
5.Asam amino, Alantoin, Chloride, Sulfat, Oxalate, Mineral, serta vitamin,
hormon dan enzim (Anonim, 2009).

Hubungan antara Sistem Uropoetika dengan Homeostasis
Sistem uropoetika memegang peran penting dalam mengaturkeseimbangan cairan dalam tubuh dan mempertahankan keseimbangan asam basadarah. Sedangkan, kelangsungan hidup dan berfungsinya sel secara normalbergantung pada pemeliharaan konsentrasi cairan, garam, elektrolit, serta asambasa yang ada di dalam tubuh (Sherwood,2001).



BAB III
KESIMPULAN


A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
  1. Menahan kencing merupakan kebiasaan yang tidak baik, karena dapat menyebabkan dampak negatif terhadap sistema uropoetikayakni infeksi salauran kencing dan pembentukan batu ginjal.
  2. Hubungan sistema uropoetika dengan homeostasis dapat dilihat dari mekanisme pengeluaran zat-zat yang berlebih dalam tubuh, karenatubuh hanya memerlukan zat-zat yang dibutuhkannya dalam jumlahyang normal.

B. Saran
Berdasarkan pembahasan itu pula penulis dapat memberikan saran antara lain :
  1. Menahan kencing merupakan kebiasaan yang tidak baik, maka dari itu sebisa mungkin hindarilah.
  2. Jangan makan-makanan atau minum-minuman yang dalam jumlah berlebih, karena tubuh hanya butuh dalam batas yang normal. Makan dan minumlah dengan ukuran yang normal dan tidak mubazir.
  3. Konsumsilah makanan dan minuman yang sehat. Jangan konsumsi makanan dan minuman yang dapat merusak sistem-sistem tubuh, terutama pada bahasan ini yaitu sistema uropoetika.







DAFTAR PUSTAKA



Anonim.2009. Premedical Science in Homeostatic setting. Praktikum Biokimia
Komposisi Urin, 2nd Ed. Surakarta : UMS. Pp.34-37

Cunningham,J. 2002. Teksbook of Veterinary Physilogy. Philadelpia : WB Saunders Frandson, R. 2003. Anatomy and Physiology of Farm Animals 6th Ed. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins

Ganong, W. 2005. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC

Guyton, A. 2008.Buku ajar Fisiologi Kedokteran. In : Textbook of Medical Physiology, 9th Ed. Jakarta : EGC

Sherwood, L. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem.2ndEd. Jakarta : EGC. pp.461 & 50



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar